Senin, 02 Januari 2012

JENIS INVESTASI


Dalam kehidupan sehari-hari, kita biasa menjumpai orang yang penghasilannya besar, namun tidak memiliki aset apa-apa dibandingkan dengan orang yang penghasilannya sedikit. Salah satu penyebabnya karena liabilitas lebih tinggi, hal ini dipengaruhi oleh gaya hidup mewah, sehingga lupa menyisihkan sebagian penghasilan untuk masa depan.
Berbicara mengenai masa depan, hal ini terkait dengan investasi.
Investasi menurut wikipedia merupakan suatu istilah dengan beberapa pengertian yang berhubungan dengan keuangan dan ekonomi. Istilah tersebut berkaitan dengan akumulasi suatu bentuk aktiva dengan suatu harapan mendapatkan keuntungan di masa depan.
Berdasarkan teori ekonomi, investasi berarti pembelian (dan produksi) dari modal barang yang tidak dikonsumsi tetapi digunakan untuk produksi yang akan datang (barang produksi).
Definisi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Investasi diartikan sebagai penanaman uang atau di suatu perusahaan atau proyek untuk tujuan memproleh keuntungan. Pada dasarnya investasi adalah membeli suatu aset yang diharapkan di masa datang dapat dijual kembali dengan nilai yang lebih tinggi.
Investasi juga dapat dikatakan sebagai suatu penundaan konsumsi saat ini untuk konsumsi masa depan. Harapan pada keuntungan di masa datang merupakan kompensasi atas waktu dan risiko yang terkait dengan suatu investasi yang dilakukan.
Jenis-Jenis Investasi
Dalam berinvestasi, terdapat dua macam jenis aset, yaitu aset riil dan aset finansial, yang sama-sama dapat dipertimbangkan sebagai sarana investasi dalam rangka mencapai tujuan keuangan Anda. Dalam berinvestasi, Anda harus ingat bahwa selalu terdapat risiko akan kehilangan modal Anda. Oleh sebab itu, Anda harus mengetahui dengan benar aset-aset yang Anda pilih untuk berinvestasi.
Aset Riil
Aset riil adalah aset yang memiliki wujud. Contohnya adalah tanah, rumah, emas, dan logam mulia lainnya. Berinvestasi pada aset riil merupakan hal yang umum dilakukan. Contohnya, Anda membeli rumah, dan kemudian menyewakannya sehingga mendapatkan pendapatan bulanan. Belum lagi ketika rumah itu selesai disewa dan harganya naik, Anda dapat menjualnya dan mendapatkan keuntungan. Anda akan mendapatkan banyak keuntungan dari berinvestasi di aset riil ini, karena meskipun harganya dapat naik-turun, tetapi dalam jangka panjang nilainya cenderung meningkat.
Aset Finansial
Aset finansial merupakan aset yang wujudnya tidak terlihat, tetapi tetap memiliki nilai yang tinggi. Umumnya aset finansial ini terdapat di dunia perbankan dan juga di pasar modal, yang di Indonesia dikenal dengan Bursa Efek Indonesia. Beberapa contoh dari aset finansial adalah instrumen pasar uang, obligasi, saham, dan reksa dana.
Beberapa jenis investasi, antara lain:

Tabungan

Tabungan adalah bagian dari pendapatan yang tidak dikonsumsikan, melainkan disimpan dan akan digunakan di masa yang akan datang.
Menurut Undang-undang No. 10 Tahun 1998 Tentang Perbankan, Tabungan adalah simpanan yang penarikannya hanya dapat dilakukan menurut syarat tertentu yang disepakati, tetapi tidak dapat ditarik dengan cek, bilyet giro, dan atau alat lainnya yang dipersamakan dengan itu.
Keuntungan Tabungan
Dapat diambil sewaktu-waktu/mudah dicairkan dan tidak memiliki risiko.
Tidak perlu dana yang besar untuk membuka rekening tabungan.
Tabungan memiliki bunga yang memungkinkan dana Anda bertambah.
Dapat menjadi indikator untuk mengajukan kredit.
Kekurangan Tabungan:
Bunga tabungan kecil, sehingga pertambahan dana begitu lambat.
Sebagian tabungan dikenakan biaya administrasi sehingga kalau dana anda kecil, kemungkinan dana anda akan terus berkurang.
Deposito
Deposito adalah suatu bentuk investasi jangka pendek atau kurang dari satu tahun.
Pengertian deposito menurut Pasal 1 butir 7 Undang-Undang No. 10 Tahun 1998 tentang Perbankan yaitu Deposito adalah simpanan yang penarikannya hanya dapat diiakukan pada waktu tertentu berdasarkan perjanjian nasabah penyimpan dengan bank.
Keuntungan Deposito
Resiko sangat kecil.
Bunga yang dapat diterima lebih besar dibandingkan tabungan biasa.
Tidak ada biaya administrasi bulanan.
Kekurangan Deposito
Setoran awal lebih besar.
Tidak dapat dilakukan penambahan saldo tiap saat.
Tidak dapat dicairkan setiap saat jika tiba-tiba sangat diperlukan, jika terpaksa, maka biasanya anda akan dikenakan denda penalty
Reksadana
Reksa Dana menurut Undang-Undang Pasar Modal tahun 95 adalah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam Portofolio Efek oleh Manajer Investasi.
Keuntungan Reksadana.
Resiko kecil, karena Reksadana merupakan kekuatan investasi bersama. Hal ini dimungkinkan karena uang pemodal yang satu kemudian digabungkan dengan milik pemodal lainnya sehingga menciptakan kekuatan membeli yang jauh lebih besar dibandingkan jika seorang pemodal membeli sendiri.
Kenyamanan Berinvestasi, karena didukung oleh manajer investasi akan membantu investornya dalam membantu investor memperoleh informasi pasar dan menganalisa pasar modal.
Setoran awal relatif kecil, bisa mulai dari Rp. 100.000,-
Kekurangan Reksadana.
Walaupun produk reksa dana merupakan produk diversifikasi, tidak menutup kemungkinan bahwa nilai unit penyertaannya akan turun.
Resiko liquiditas dapat terjadi ketika perusahaan reksa dana tidak memiliki dana tunai untuk membeli kembali unit penyertaan investornya.
Obligasi
Obligasi adalah surat berharga atau sertifikat yang berisi kontrak pengakuan hutang atas pinjaman yang diterima oleh penerbit obligasi (perusahaan atau pemerintah) dari pemberi pinjaman (investor).
Keuntungan Obligasi
pemegang obligasi dapat memperjualbelikan surat obligasi yang dimilikinya.
Kekurangan Obligasi.
Harga dari sebuah obligasi akan berubah pada arah yang berlawanan dari perubahan tingkat suku bunga, jika tingkat suku bunga naik, maka harga obligasi akan turun.
Sebagian perusahaan menetapkan untuk menarik atau membeli obligasi yang diterbitkannya pada harga dan waktu tertentu. Hal ini menyebabkan investor akan mengalami call risk di mana pada tanggal tertentu perusahaan penerbit obligasi akan menarik kembali obligasinya.
Risiko perusahaan tidak mampu membayar surat obligasi maupun risiko perusahaan tidak mampu mengembalikan pokok obligasi.
Saham
Saham dapat didefinisikan sebagai tanda penyertaan atau kepemilikan seseorang atau badan dalam suatu perusahaan atau perseroan terbatas.
Keuntungan Saham
Dividen, jika perusahaan untung besar, maka pemilik saham juga akan mendapat keuntungan yang besar.
Capital Gain, yaitu selisih harga beli dengan harga jual.

Kerugian Saham

Capital loss, kerugian jika harga jual saham lebih rendah dari harga beli.
Tidak mendapatkan dividen jika perusahaan mengalami defisit anggaran ataupun bangkrut.
Investasi Emas
Baca tentang Investasi Emas
Harga emas cenderung naik setiap tahun, itulah sebabnya banyak orang yang membeli emas kemudian menjualnya saat harganya naik. Bila hendak digunakan untuk investasi, emas yang dibeli hendaknya berupa logam mulia batangan atau koin daripada emas dalam bentuk perhiasan. Emas batangan atau koin tidak mengalami penyusutan atau ongkos pembuatan yang biasa dikenakan apabila kita menjual dalam bentuk perhiasan.
Investasi Properti
Harga properti yaitu rumah dan tanah cenderung akan naik dari tahun ke tahun. Dengan membeli properti, dan menjualnya di kemudian hari akan mendatangkan keuntungan karena harga jualnya sudah naik.
Baca Beli Properti Tanpa Modal
Dengan membaca jenis-jenis investasi di atas, maka Anda dapat dengan cermat memilih jenis investasi yang sesuai dengan keinginan Anda.


Read more: http://www.saudagar-bugis.com/memilih-jenis-investasi-yang-tepat/#ixzz1iIOOcSqs


Tidak ada komentar:

Posting Komentar